Gelar Diskusi Pra-Muktamar Lakpesdam Sulsel Bahas Strategi NU Hadir Untuk Umat

0
7

PWNUSULSEL.OR.ID – Menyusun Strategi Kebudayaan dan digital Serta Memastikan NU Hadir dan menjawab tantangan Umat menjadi pembahasan menarik dalam Ruang Rembuk Pra-Muktamar Ke-34 Seri 2 yang dilaksanakan oleh Lakpesdam PWNU Sulawesi Selatan dengan tema Strategi Kebudayaan NU Di Era Disrupsi Digital, Selasa (23/11/2021).

NU harus selalu Relevan dengan kondisi hari ini, dengan perkembangan zaman yang begitu luar biasa. Hadirnya teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari menurut Savic Ali, Kita harus memastikan NU Hadir di semua Lapisan masyarakat dan menjawab tantangan itu.


“Digital minded, Corak Generasi Z, kecenderungan yang individual Dikalangan Masyarakat urban harus di teliti, kemudian kita diskusikan dan kita temukan jawabannya bersama. NU sudah harus mampu menciptakan dan mempraktekan kebudayaan baru, punya strategi kebudayaan yang cocok dan relevan di masyarakat perkotaan begitupun di lapisan masyarakat lainnya. agar NU Bisa diterima di semua lapisan masyarakat.” Tutur Direktur Nu Online ini.

Savic menambahkan bahwa NU sebenarnya terlambat dalam hal Strategi Digital dan Kebudayaan hanya terlihat besar di dunia offline.


“Kebesaran NU hanya terlihat di dunia offline belum tercermin di dunia online. Orang NU itu jutaan, Pesantren NU ada ribuan . Tapi youtube yang menunjukkan pesantren NU hanya beberapa. Penulis dari kalangan NU hanya beberapa saja” Terangnya.

Dalam sesi tanya jawab Savic Ali menegaskan bahwa kita butuh Kolektivitas dan komitmen Bersama untuk membangun dan memperbaiki NU di masa depan.

“Kita butuh banyak aktor. Kita terlalu banyak berharap tdk berani menginisiasi. Banyak nuntut tapi tidak mampu berbuat. Sekrg siapapun yang cerdas, siapapun yang bisa, yang mampu silahkan berbuat. Dan harus punya komitmen dan punya dedikasi. Kita buat sampai jadi, kalau tidak jadi jangan ditinggalkan. Lakukan sampai Jadi.” Tutur Savic.

Narasumber lain Dr. Muhaemin Latif, M.Ed, Ketua International Office UIN Alauddin Makassar dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa NU sebenarnya sudah harus bisa adaptif dengan kondisi dunia agar tidak di tinggalkan zaman.

“Politik kebudayaan sangat penting untuk Bagaimana kita membangun NU Kedepan, potensi-potensi yang dimiliki NU bisa kita eksplorasi, Politik kebudayaan ini bisa menjadi strategi kebudayaan NU agar NU Selalu adaptif dengan segala Kondisi dunia”

Muhaemin juga melihat bahwa ada ketidaknyambungan kerja-kerja yang dilakukan Struktur di NU sehingga tidak ada kolektifitas dalam membangun strategi bersama.

“Struktur adalah Hal yang paling siap untuk mengembangkan literasi digital. NU Sebagai Organisasi Kemasyarakatan punya banyak banom dan Lembaga. Hanya saja selama ini ada Missing antara masing-masing struktur ini yang yang harus dinyambungkan, Karena Ketahanan digital tidak bisa hanya dimainkan oleh individual harus secara kolektif. Juga perlu ada kolaborasi juga dengan elemen masyarakat” tutur muhaemin yang juga Wakil Ketua Lakpesdam PWNU SULSEL.

Hal Menarik Lain juga Di sampaikan oleh Saprillah Syahrir ketua Lakpesdam PWNU SULSEL, merespon akan diadakannya Muktamar ke-34 diharapkan gagasan-gagasan yang kontruktif dalam diskusi ini bisa tersampaikan di perhelatan Muktamar nanti.

“Lakpesdam PWNU SULSEL melalui ruang diskusi ini berharap menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali seberapa jauh peran dan kiprah NU ditengah-tengah masyarakat. tentunya kita sama-sama upayakan agar gagasan-gagasan dan masukan yang lahir dari sini bisa tersampaikan dalam muktamar NU nanti. Agar Muktamar tidak hanya terkesan transaksional semata tapi juga Kontruktif dan Inovatif untuk menyongsong masa depan NU” tegas Saprillah yang juga Kepala Balai LITBANG Agama Kota Makassar.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here