Gelar PKD, Agus Salim: Jangan Jadikan Kaderisasi Ini Sebagai Formalitas Semata

0
7

PWNUSULSEL.OR.ID, Maros – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC.PMII) Kabupaten Maros menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Gedung Perpustakaan Daerah Maros. Kamis (6/10/2021)

Mengangkat Tema “Revitalisasi Kaderisasi Sebagai Basis Pembangunan Militansi & Progresifitas Pergerakan” dengan peserta dari berberapa perwakilan Cabang PMII se- Sulsel

Pelatihan Kader Dasar tersebut, merupakan jenjang kaderisasi formal tahap kedua setelah Mapaba, yang berlangsung selama sepekan dari tanggal 4-10 Oktober 2021
 
Ketua Panitia PKD PMII Maros Muliana, menuturkan bahwa selama 7 hari pelatihan terbagi menjadi dua tahap yakni tahap Screening dan materi

“Kita telah melakukan Screning Selama dua hari dan hari ini merupakan pembukaan, dan akan akan berlanjut sampai hari Minggu”. Tuturnya

Sementara itu, ketua umum PMII Maros Agus Salim, mengatakan bahwa jenjang kaderisasi formal tingkat ke dua ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam rangka pembentukan kader yang militan

“kita mengusung tema, Revitalisasi kaderisasi sebagai basis pembangunan militansi dan progresifitas pergerakan, karena kita sangat berharap jenjang kaderisasi kedepan tidak hanya sebagai pra-syarat menjadi ketua komisariat, akan tetapi kembali menjadi organ vital organisasi atau tradisi wajib yang dilakukan secara massif”. Ucapnya

“Hal ini untuk menjawab fenomena kaderisasi yang mesti diperbaiki di sulsel, yang selama ini kaderisasi terkesan ekslusif hanya diadakan dan diikuti oleh cabang tertentu ketika mereka membutuhkan seorang pengganti ketua cabang ataupun ketua komisariat”. Tambah Agus Salim

Adapun pendiri PMII Kabupaten Maros Abrar Rahman, mengapresiasi langkah kongkrit para kader PMII Maros dengan mengadakan Pelatihan Kader Dasar tersebut, agar dapat membangun kader-kader yang milititan. Dan berharap kegiatan-kegiatan positif itu tetap terus berlanjut serta menjalankan organisasi dengan peforma terbaik

“Sebagai seorang kader PMII tentu tidak lepas dari ngaji. Khususnya ngaji ke kyai-kyai atau ulama NU, dan menyebarkannya di media sosial Karena saat ini kita tidak lepas dari media sosial.
PMII jangan pernah lupa ngaji ke kyai-kyai dan Ulama-ulama serta jangan lupa  Harus berjihad di media sosial menyebarkan Aqidah Ahlu sunnah wal jamaah”. Ungkapnya

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here