Selamat Jalan Sang Wali, Anregurutta Sanusi Baco Negarawan yang Toleran

0
550

Oleh : Dr. Nuril Arifin Husein, MBA (Gus Nuril)

Beliau (Sanusi Baco) sangat ramah, Berwajah teduh, Serius tetapi murah senyum.

Sederhana, Cara beliau berbicara, dan busananya. Meskipun seorang guru besar di berbagai Perguruan tinggi. Demikian juga Penampilannya.

Usianya nya diatas saya. Tetapi Akhlak dan ke santunan, derajad ke ilmuwanannya tak mudah dicarikan tanding.

Beliau seorang ulama NU, dosen, yang sekaligus seorang Negarawan yang luar biasa.

Salah satu sahabat Gus Dur ini, sangat saya hormati. Sebagai kiyai NU yang mempunyai pola fikir dan pandangan politik yang nasionalis toleran.

Pertemuan terakhir kali dengan ku di Makassar beberapa saat lalu sebenarnya tidak sengaja. Saya kebetulan di undang oleh adik saya yang menjabat sebagai kakanwil Kemenag, Dr Khaeroni M.Ag, untuk mengisi seminar dan beberapa ceramah di kota Angin Mamiri, Makasar. Bertepatan dengan hari besar NU.

Hadratusy syeikh KH. Prof DR. Sanusi Baco. LC memang lebih senior segalanya dibanding diriku yang hanya gedibale Gus Dur ini.


Tetapi, Tingkat kesabaran dan ketawaduannya, layak diacungi jempol.

Disamping sangat tlaten mengikuti ceramah saya di Gedung NU cabang Makasar dan PHI Makasar.


Ulama langka dan serba bisa ini di sepuhkan di kota Angin mamiri .

PW NU SULSEL

Bahkan, menurut sahabat saya , tokoh muda PB NU, DR Andy Baco, keutamaan beliau Allahuma yarham, ini di hormati di se antero Nusantara.

Saat nyimak ceramah juniornya, sangat serius. Beliau ini duduk dibaris terdepan, bersama Gubernur Sulawesi, kakanwil Kemenag dan Panglima serta Kapolda. Teliti dan penuh perhatian, sesekali tersenyum dan nyelethuk ala kyai NU.

Beliau selalu berada disampingmu Gus Dur sejak awal proses pendirian PKB, yang embrio nya di gagas oleh ulama sepuh sekelas Gus Mus, KH Musthofa Bisri, dan KH Kholil Bisri, KH. Ma’ruf Amin, Mbah Sahid Sulang Kemadu, saya hanya di minta istiqoroh, sebagai penegasan apakah harus ada partai baru setelah PPP Waktu itu

Beliau pulalah yang setia mengantarkan Gus Dur, ziarah ke makam syeikh Jamadal Kubro (syeikh Jamaludun Al Kubro). Wali Utama tanah Jawa yang menjadi Ramandanya syeikh Samarkhondi. Ulama tangguh dari Kita Samarkan, perbatasan dengan uni soviet, chetnya ini adalah Ramanya sunan Ampel, dan Maulana Ishak (ramanda Sunan Giri)

Sempat, kami berdiskusi cukup lama dengan beliau. Membahas soal ke NU an sampai dengan perkembangan politik nasional.

Ingatannya, Luar biasa dan sangat setia. sehingga hal hal yang detail.

Tidak mengira, pertemuan waktu itu ternyata menjadi pertemuan terakhir saya dengan beliau.

Selamat jalan sahabat, Guru besar dan panutan ulama se-Nusantara, teriring doa ke pada Mu Ya Allah :


Allah humma inna nas aluka ridloka wal janah wa naudzubika min sakhotika wan nar ya aziz ya ghofar ya rabbal Alamin.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here