Peletakan batu pertama pembangunan mesjid KH Hasyim Asy’ari Kabupaten Selayar

0
35

PWNUSULSEL.OR.ID, Selayar – Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah membangun masjid bernama KH Hasyim Asy’ari, tokoh pendiri Nahdatul Ulama (NU).

Mesjid KH Hasyim Asy’ari ini diproyeksikan akan menjadi pusat kegiatan keagamaan serta pelestarian amaliyah dan tradisi warga Nahdliyin di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Hal ini disampaikan Ketua Panitia Pembangunan masjid KH Hasyim Asyari, H Patta Bone dalam acara peletakan batu pertama pembangunan masjid yang terletak di Kelurahan Parappa, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Ahad (9/5).

“Dengan adanya masjid tersebut, nantinya warga NU bisa menjalankan segala amaliah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah seperti yasinan, barzanji, tahlilan, qunut subuh, adzan dua kali, tarawih 20 rakaat, dan lain sebagainya” kata H Patta Bone.

Dia melaporkan, anggaran pembangunan masjid KH Hasyim Asy’ari sebesar Rp 750 juta yang bersumber dari swadaya masyarakat dan tanah yang menjadi lokasi pembangunan merupakan hibah dari warga NU bernama Hj Nurhayati.

Patta Bone mengatakan, Hj Nurhayati menghibahkan tanahnya dengan harapan agar warga Nahdliyin di Kabupaten Kepulauan Selayar bisa memiliki masjid tersendiri yang punya ciri khas dan karakter NU.

Ketua PCNU Kabupaten Kepulauan Selayar, H Mustari dalam sambutannya menambahkan bahwa masjid KH Hasyim Asy’ari nantinya akan menjadi pusat kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi, Isra Mi’raj, Nuzulul Qur’an, Lailatul Ijtima, Istighosah dan Kajian Islam.

“Khususnya kajian-kajian yang berkaitan dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah agar warga NU di Selayar bisa ber-NU secara kaffah mulai dari amaliah, fikrah dan harakahnya,” terang Mustari.

Wakil Bupati Selayar, H Syaiful Arief yang turut hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan peletakan batu pertama itu menyampaikan dukungan dan apresiasinya atas pembangunan Masjid KH Hasyim Asy`ari di Kabupaten Selayar.

Dia mengatakan, membangun rumah ibadah merupakan tanggung jawab bersama, karenanya agar setelah dibangun dapat dirawat dan dijadikan sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat.

“Mari sama-sama kita doakan kepada para panitia agar dalam pembangunan berjalan dengan baik, mudah-mudahan dengan dibangunnya masjid ini dapat menambah iman dan taqwa kita semua utamanya warga di sekitar masjid,” pungkasnya.

PW NU SULSEL


Kontributor: Ridwan
Editor : Syahrul
Sumber: NU Online

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here