Dalam rangka menyambut Harlah, Fatayat NU Kota Makassar gelar seminar Keperempuanan

0
166

PWNUSULSEL.OR.ID – Dalam rangka menyambut harlah Fatayat NU ke 71 Tahun, Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kota Makassar menggelar seminar Perempuan Dalam Pusaran Terorisme dengan tema “Perempuan Dalam Pusaran Terorisme Dari Korban Menjadi Aktor”, di Aula Hotel La Macca jl.A.P Pettarani Kota Makassar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, minggu 18 April 2021.

Kegiatan seminar yang dipandu oleh Sahabati Sulfiana, S.Sos menghadirkan Narasumber Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sul-Sel (Dr. Muammar Muhammad Bakry) dan Ketua Lajnah Ta’lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Sul-Sel (Dr. Syamsurijal ad’han).

Ketua Fatayat NU Kota Makassar, Mutmainnah Syam berharap semoga aksi perempuan pelaku bom bunuh diri menjadi kasus terakhir.

“Saya berharap semoga tidak ada lagi perempuan yang menjadi pelaku aksi terorisme, karena kasus yang terjadi dimakassar. Kedepannya Kami dari Fatayat NU Kota Makassar akan lebih mengedukasi pemuda/pemudi Kota Makassar agar tidak mudah terdoktrin paham radikalisme”harap Mutmainnah.(wawancara tim media PWNUSULSEL) 18/04/21.

“Kami juga akan memperkuat kajian-kajian keislaman di setiap PAC untuk memberikan pemahaman keislaman yang Rahmat(damai)”tambahnya.

Ketua panitia kegiatan, Nur Aminah mengatakan bahwa tugas perempuan tidak hanya sebatas urus rumah tangga melainkan harus ikut berpartisipasi dalam kehidupan sosial.

“Perempuan semestinya ikut berpartisipasi dalam kehidupan sosial, termasuk dengan ikut serta dalam mencegah dan menolak aksi terorisme, kita harus menunjukkan tentang lemah lembutnya seorang perempuan. Kita jangan sampai dinilai bahwa perempuan hanya mampu melahirkan anak untuk menjadi teroris”ujarnya.

Sementara itu Ketua FKPT Sulawesi Selatan, Dr.Muammar Muhammad Bakry mengatakan untuk menghindari perkembangan doktrin radikalisme, masyarakat harus diberikan pemahaman Keagamaan yang benar.

“Dari awal harus di bina oleh Kyai yang bisa dipastikan bahwa tingkat kebangsaannya baii, dan juga otaknya harus divaksin agar tidak mudah terjangkit virus Radikalisme. Ini penting dilakukan agar mampu meminimalisir masyarakat mudah terdoktrin paham radikalisme”jelasnya.

Lanjut daripada itu, Ketua LT-NU Sulawesi Selatan, Dr. Syamsurijal ad’han menjelaskan bahwa Kelompok moderat ini Perlu aktif melakukan pendidikan moderasi beragama ke berbagai segmen masyarakat. Masing masing disesuaikan dengan stake holdernya.

“Aksis teror terjadi karena banyaknya masyarakat yang memaknai agama dengan kurang tepat. Mereka memaknai bahwa jihad itu hanya sebatas perang, membunuh orang yang dianggap mereka kafir dan berbagai bentuk kekerasan lainnya. Pandangan ini lalu disebar dengan berbagai cara, termasuk melalui media sosial”katanya.

PW NU SULSEL

“Karena itu saya berharap semua kelompok Islam moderat yang sebenarnya mayoritas, harus merebut kembali makna Islam yang sejati, sebagai agama rahmatan lilalamin. Kelompok-kelompok Islam moderat seperti NU, Muhammadiyah dan seluruh lembaganya harus turun ke masyarakat bawah. Kelompok moderat ini Perlu aktif melakukan pendidikan moderasi beragama ke berbagai segmen masyarakat”tambahnya.

Perlu diketahui bahwa sebelum kegiatan seminar ini dilaksanakan, Fatayat NU Kota Makassar juga menggelar kegiatan Perluasan Peraturan Daerah yang bekerja sama dengan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Fauzi Andi Wawo, S.Sos) Fraksi PKB.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here