Pimpinan tarekat Khalwatyah Samman Wafat, NU Sulsel berduka

0
211

PWNUSULSEL, MAROS. Innalillahi wainna ilaihi rajiun, kabar duka menyelimuti masyarakat Sulawesi Selatan, Khususnya jamaah nahdliyin, tokoh sekaligus sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Selatan, KH. Syekh Andi. Muh. Hidayat Puang Rukka berpulang ke Rahmatullah. (22/12/20).

Kiai Puang Rukka merupakan Rois Syuriah PC NU Kabupaten Maros (2015-2020) kemudian dilanjutkan untuk periode (2020-2025).

Beliau juga dikenal dengan ulama yang memimpin Tarekat Khalwatyah Samman, yang berpusat di kabupaten Maros. Tarekat Khalwatiyah Samman termasuk dalam daftar Thariqah Mu’tabarah yang diakui NU. Menurut Ensiklopedia NU, umumnya ia dianggap sebagai salah satu cabang dari Khalwatiyah.

Tarekat Khalwatiyah didirikan oleh Syekh Musthafa bin Kamaluddin al-Bakri (1688-1748 M). Asalnya dari Damaskus, pernah menetap di Madinah, dan kemudian menetap dan wafat di Kairo.

Tarekat Sammaniyah juga dianut masyarakat NU di Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Palembang (Sumatera Selatan), dan di beberapa daerah lain. Tarekat ini dinisbahkan kepada Syekh Muhammad bin ‘Abdul Karim as-Samman yang berguru kepada Syekh Musthafa bin Kamaluddin al-Bakri.

Dikutip dari NUOnline, Salah satu keluarga Puang Rukka (Muh Makmur) memberi tahu bahwa almarhum mengembuskan napas terakhir di Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros.

Ia menambahkan bahwa Syekh H A Hidayat Hasbullah merupakan salah seorang cicit dari KaraEng Turikale IV dari jalur La Page Petta Ranreng. Almarhum pun merupakan Ketua Dewan Adat ekaraEngan Turikale.

Menurut rencana gurutta akan di makamkan besok dan kini masih di semayamkan di Jl.Langsat 2 Pasar Tua Turikale Kabupaten Maros.

Editor ; syahrul

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here