Masihkah, Hukum di Anggap Penting?

0
397
Riskal, Kader PMII Rayon Syariah dan Hukum, Komisariat UIN Alauddin, Cabang Gowa

Oleh : Riskal (Kader PMII Rayon Syari’ah dan Hukum, Cabang Gowa)

Terlebih dahulu Penulis sampaikan bahwa belum ada seseorang atau pakar hukum yang mampu mendefinisikan hukum secara akurat. Definisi hukum menurut KBBI hukum peraturan atau Adat secara resmi di anggap mengikat, yang di kukuh oleh pemerintah atau penguasa. 2 undang undang tersebut untuk mengatur pergaulan masyarakat.

Menurut Woerjono Sastropranoto SH bahwa hukum adalah peraturan peraturan yang bersifat memaksa yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang di buat oleh badan badan resmi yang berwajib.

Sedangkan menurut Penulis bahwa hukum itu adalah serangkaian norma-norma yang harus mengikat dan di patuhi oleh masyarakat untuk memenuhi tujuan yang ingin dicapai. Jikalau melanggar akan di berikan sanksi baik itu berupa pidana atau kurangan penjara atau pun berupa denda.

Jikalau kita Menela’a bahwa cikal bakal muncul nya hukum tidak lain bahwa masyarakat yang membuat nya sendiri. Maka muncul suatu teori dimana ada masyarakat maka disitu ada Hukum. Baik masyarakat teratur secara sendiri atau masyarakat yang tidak teratur.

Jadi kita sebagai masyarakat membutuhkan yang namanya hukum mengapa? Karena tidak lain untuk mencapai tujuan yang kita inginkan sala satu unsur terbentuk nya hukum yang pertama. Bahwa untuk membatasi hak seseorang dan unsur kedua karena untuk mencapai tujuan.

Jadi masyarakat itu tidak akan terlepas yang namanya hukum baik itu hukum positif yang di bentuk oleh lembaga negara yang berwenang. Atau pun hukum adat yang di bentuk melalui kebiasaan masyarakat setempat. Karena didalam supremasi  hukum satu hak dengan hak yang lain itu saling di batasi kita bisa berbuat apa pun yang kita inginkan atau pun yang kita suka tetapi perlu di garis bawahi tindakan yang kita lakukan tidak boleh melanggar hak orang lain.

Karena manifestasi hukum itu memiliki unsur yang sangat kuat yaitu untuk mencapai tujuan yang diimpikan. Tidak akan tercapai satu tujuan seseorang atau individu satu dengan individu yang lain jikalau tidak ada yang namanya hukum.

Didalam subtansi hukum akan di atur bagaimana seseorang itu mampu saling menghargai sekaligus mendahulukan hak individu yang satu dengan individu yang lain agar tercapai tujuan yang diinginkan. Saya Masi teringat dengan perkataan masyarakat setempat bahwa hukum dan politik itu tidak penting bagi masyarakat semua yang ada sangkut pautnya dengan hukum dan politik itu kotor (tidak bagus) kita tidak bisa memunafikan diri bahwa pada dasarnya hukum dan politik itu cuma kaum penguasa saja yang diuntungkan.

Dogma seperti itu terlekat dihemat masyarakat. Tetapi dia kurang memahami bahwa dia bisa makan hari ini dia Masi bisa tertawa lepas hari ini dia Masi bisa berkeluarga dan lain-lain. Dikarenakan semua permasalahan itu telah diatur dalam hukum. Masyarakat cuma melihat realitas yang terjadi sekarang ini bahwa benar hukum dan politik itu semata-mata cuma orang orang yang memiliki kekuasaan saja yang dapat memakai nya.

Secara subtansial hukum itu, akan mengatur tatanan kehidupan setiap mahluk dan terkhusus manusia (masyarakat) bagaimana seandainya jikalau Hukum tidak ada ditengah masyarakat pasti akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti saling  membunuh satu sama lain, bertindak sesuka hati yang diinginkan.

PW NU SULSEL

Maka dari situ akan muncul yang namanya hukum rimba siapa yang kuat maka dialah yang berkuasa. Pasti ditengah masyarakat atau keinginan masyarakat tidak mau akan hal itu karena akan merugikan satu dengan yang lain. Oleh karena itu dibutuhkan hukum bagi dalam mengatur tatanan kehidupan bermasyarakat.

“Masyarakat dan hukum itu bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa di pisahkan” saling memiliki ikatan dan memiliki timbal balik. Sala satu hal yang mampu membedakan kita dengan hewan tidak lain bahwa kita diatur dengan hukum sedangkan hewan tidak diatur dengan hukum.

Sekali lagi coba saja diilustrasikan jikalau Hukum tidak ada manusia dan hewan tidak ada lagi bedanya saling terjadi  pemerkosaan satu sama lain yang lebih ironisnya lagi ada orang tua yang memperkosa anak nya ada anak memperkosa orang tua nya hewan pun seperti itu.

“Lex dura secta mente scripta” Hukum memang kejam tapi begitulah bunyinya. Jika Sudah ada hukum jangan berani untuk melanggar hukum itu karena di sisi lain hukum memiliki sifat yang mampu mengakomodasi kepentingan kita tetapi di sisi lain pula jikalau kita melanggar hukum itu akan ada sanksi bagi para pelanggarnya.

editor : Syahrul

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here