Peduli Korban Banjir Luwu Utara: Posko Bersama Galang Aksi Kemanusiaan

0
119
Foto (dok. Posko Bersama)

PWNUSULSEL.or.id – Banjir bandang yang menerjang Luwu Utara pada Senin (13/7/2020) merendam enam kecamatan, menimbulkan puluhan korban jiwa, dan ribuan orang terpaksa hidup sementara di pengungsian.

Merespon dampak bencana ini, sejumlah organisasi masyarakat sipil, organisasi keagamaan, komunitas, dan lembaga kemahasiswaan di Kota Makassar bergerak melalui payung Posko Bersama Peduli Korban Banjir Bandang Luwu Utara dengan mulai menggalang donasi bantuan sejak 15 Juli 2020.

“Hingga 20 Juli, dana yang terkumpul di Posko Bersama sebanyak Rp. 6.100.165. Selain uang tunai, donasi juga datang dalam bentuk sembako dan pakaian. Alhamdulillah penyaluran tahap pertama sudah tiba di kota Masamba dan mulai didistribusikan,” Kata Altriara Pranama Putra, Koordinator Posko Bersama.

Lebih lanjut, Putra berharap adanya Posko Bersama ini bisa meringankan beban masyarakat Masamba yang terdampak oleh banjir bandang.

“Kami berharap semoga dengan adanya posko bersama dan juga partisipasi masyarakat untuk bersolidaritas dapat meringankan beban masyarakat masamba yang terdampak banjir bandang. Sebagai individu yang hidup dalam dimensi sosial sekiranya saling membutuhkan antara satu sama lain. Bersama kita kuat,” Harapnya.

Posko Bersama juga telah mengirimkan sejumlah relawan di bawah arahan M. Fadlan L Nasurung. Di lokasi bencana, Fadlan berkoordinasi dengan kelompok warga untuk mendirikan Posko Induk di Desa Mappedeceng, 4 km dari pusat Kota Masamba.

“Posko awalnya didirikan secara swadaya oleh masyarakat setempat, berupa dapur umum. Kemudian lewat Posko Bersama Organisasi Masyarakat Sipil menjadikan posko warga tersebut sebagai Posko Induk untuk dapur umum dan menampung logistik yang beberapa telah disalurkan ke sejumlah posko pengungsian,” ungkapnya.

Menurut pantauan Fadlan, situasi di lokasi bencana masih sulit, karena akses jalan yang sebelumnya tertimbun lumpur dan telah digali sebagian masih digenangi air yang cukup dalam, sehingga menimbulkan kemacetan parah di siang-malam harinya. Ditambah hujan masih terus mengguyur Luwu Utara.

“Situasi di lokasi pengungsian yang juga memperihatinkan adalah ratusan pengungsi yang tinggal di tenda-tenda darurat. Karena mereka harus menghadapi cuaca yang tidak bersahabat dengan keterbatasan logistik,” Jelasnya.

Sekadar diketahui, tergabung di dalam Posko Bersama yaitu LAPAR Sulsel, Walhi Sulsel, Gusdurian Makassar, YPMIC Sulsel, LTN NU Sulsel, Lakpesdam NU Sulsel, FNKSDA Makassar, PMII Metro Makassar, dan PMII Kom. UNM.

Posko Bersama sendiri beralamat di Jl. Toddopuli 7 Stp 2 No 8 Kota Makassar (Kantor LAPAR Sulsel) yang difungsikan sebagai titik koordinasi dan penampungan logistik donasi di Kota Makassar.(*)

PW NU SULSEL
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here