Perjalanan itu Masih Panjang: Catatan Ringan di Milad ke-8 MATAN

0
284
Design by Muh. Irham

Hari ini, 14 Januari 2020 bertepatan dengan milad ke-8 organisasi MATAN (Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah). Dilihat dari segi umur organisasi, tentu saja usia MATAN masih terbilang sangat muda. Namun jika dilihat dari sisi ke-thariqah-an maka usia MATAN sudah sangat tua. Ya, ini karena aspek tasawuf dan tarekat yang menjadi dasar perjuangan MATAN sudah ada sejak Islam itu ada, dan Rasulullah SAW merupakan tokoh sufi pertama pada setiap silsilah tarekat mu’tabarah.

Tasawuf dan tarekat merupakan ruh dalam beragama. Tanpa keduanya, maka pengamalan ajaran agama akan terasa gersang dan kering sehingga wajah islam yang ditampilkan pun adalah wajah islam yang keras, kasar, dan jauh dari keramahan. Dan ini jelas jauh dari ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

MATAN hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menyadarkan kembali tentang pentingnya tasawuf dan tarekat dalam beragama, agar bisa menampilkan kembali Islam dengan wajah ramah, indah, dan menyejukkan. Tentu saja hal ini bukanlah suatu hal yang mudah di tengah gencarnya arus modernisme, ateisme, dan postivisme ini. Namun kondisi tersebut tidaklah menjadi sebuah halangan untuk terus berjuang, akan tetapi menjadi sebuah motivasi agar semakin kuat dan gigih dalam terus berjuang.

Tugas kita sebagai sahabat MATAN masih banyak, jalan juang ini masih panjang dan hanya akan berakhir pada saat kita menghembuskan nafas terakhir. Maka tidak ada yang bisa kita jadikan pegangan selain berkah dan syafaat dari Rasulullah SAW serta doa dan madad (dukungan spiritual) dari para Guru dan Masyaikh agar bisa tetap istiqamah di atas perjuangan ini.

Muhammad Rusmin Al-Fajr, Ketua PC MATAN Makassar.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here