“Kerja Sungguh-sungguh, Hasil Lebih Nikmat”, Petuah Bajik dari Ulama Bijak

0
608
Ilustrasi oleh Muh. Irham

PWNUSULSEL.or.id – Dalam rapat pleno PWNU yang baru saja dihelat (27/10/2019) ada satu petuah dari Rais Syuriah PWNU Sulsel, AG. KH. Sanusi Baco yang sayang jika dilewatkan. 

Saat itu Anre Gurutta menceritakan kisah Siti Hajar dan Ismail, yang ditinggal oleh Nabi Ibrahim di satu lembah yang gersang antara bukit Safha dan Marwah. 

Setelah ditinggal beberapa lama di lembah itu, demikian cerita Gurutta Sanusi, Hajar sudah kehabisan bekal. Tak ada makanan, airpun habis. Sejauh mata memandang hanya padang pasir yang tandus. Air susu dari Hajar pun telah kering. Ismail dan Hajar menderita lapar dan haus. Sakin haus dan laparnya, Ismail menangis sampai air matanya kering. Konon air matanya bisa ditampung oleh Hajar dengan dua belah tangannya lalu diminumkan lagi pada Ismail.

Hajar pun berlari bolak balik antara Shafa dan Marwah, tetapi belum kunjung mendapatkan air. 

Anre Gurutta menjeda beberapa jenak ceritanya. Lalu beliau melanjutkan dengan satu pertanyaan. 

“Apakah Allah tidak mengerahui penderitaan Ismail & Hajar saat itu, sampai membiarkannya menderita lapar dan haus?”

Hadirin dalam rapat pleno itu semua terhenyak. Tak ada yang mencoba  bersuara untuk menjawab pertanyaan itu. Semua diam menunggu penjelasan selanjutnya. Lalu gurutta melanjutkan:

“Ulama-ulama kita menjawab: Allah tentu saja tahu penderitaan Hajar dan Ismail, tetapi Allah membiarkan dulu Hajar bolak balik antara Shafa dan Marwah. Itulah yang disebut dengan usaha sungguh sungguh dan berulang-ulang, dalam bahasa Arab disebut dengan Sa’yun. Istilah ini dikemudian hari menjadi salah satu rukun dalam berhaji yang disebut dengan Sai’.

Ketika seseorang telah berusaha dengan sungguh-sungguh dan berulang-ulang, maka nikmat dan karunia akan diturunkan oleh Allah SWT. Begitulah akhirnya yang dirasakan oleh Siti Hajar dan Ismail. Setelah usaha dan penderitaan yg mereka lewati, Allah menurunkan rezekinya berupa berupa air zam zam.

Anre Gurutta mengakhiri tausiah di pagi yang cerah itu dengan sebuah kalimat:

“Karena itu pengurus NU jangan pernah lelah sai’ dari rumah ke kantor NU dan dari rumah ke tempat lainnya. Mungkin satu kali perjalanan belum menghasilkan apa apa. Tapi langkah-langkah berikutnya akan membuahkan karunia dan nikmat yang membahagiakan.

PW NU SULSEL

Pengurus NU jangan pernah lelah mengabdi! Bukankah ada petuah Bugis yang mengatakan begini:

Resopa temmangingi namalomoi naletei pammase dewatae (Hanya usaha yang tak kenal lelah yang akan mendapatkan pertolongan dari Tuhan YME)”.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here