Panggung Islam Nusantara, Merawat Keragaman dalam Bingkai Ke-bhinneka-an

0
125

Islam nusantara dan Islam berkemajuan atau gabungan keduanya menjadi Islam nusantara yang berkemajuan merupakan cerminan entitas masyarakat Indonesia yang pluralistik, heterogen yang kaya dengan kearifan lokal sebagai perekat kesukuan, kebangsaan, keragaman dan keagamaan dalam wadah negara kesatuan Republik Indinesia. Berkemajuan dalam wadah nusantara merupakan sosok insan Indonesia yang wajib membumikan Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam, Islam rahmatan lil ‘Alamin bukan ‘laknatan’ lil ‘Alamin.

Namun demikian, jika insan Tuhan yang berada dalam wilayah nusantara tidak menebarkan kasih sayang, tidak saling hormat menghormati, tidak saling menghargai satu sama lain, bahkan hanya saling memprovokasi, nyaris menjadi ‘laknat’ lawan kata dari ‘rahmat’ bagi segenap bumi dan seluruh insan Indonesia yang telah berada pada era milenial era yang berkemajuan.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai panggung utama Islam Nusantara yang berkemajuan, Indonesia bukan arena perdebatan anak bangsa yang menghabiskan waktu, tenaga dan biaya berilusi dengan masa lalu yang hanya ingin merubah bentuk negara kebangsaan menjadi negara agama. Indonesia telah melewati episode tersebut, masyarakat Indonesia telah berada pada ‘maqam’ posisi yang serba berkemajuan.

Insan Tuhan yang berkemajuan menghadapi tantangan berat di panggung Nusantara hari ini dan selanjutnya, masyarakat Islam nusantara dan segenap manusia Indonesia yang berIslam dan berdamai dengan manusia dan kemanusiaan, mutlak menyadari bahwa pertarungan sengit dengan banyak tantangan harus dimenangkan dalam pertarungan tantangan menghadapi kebodohan, ketergantungan, kemiskinan dan keterbelakangan.

4 K tersebut laksana monster yang mematikan insan yang mendapat amanat sebagai agen dan penyalur rahmat dan kasih sayang bagi segenap alam Indonesia yang telah melembaga dalam wadah nusantara negara kesatuan republik Indonesia. Wadah negara Indonesia yang menampung dan mewadahi segenap umat manusia yang telah memiliki keimanan dan berkeimanan.

Indonesia sejatinya menjadi rujukan banyak negara yang terdiri dari satu bahasa dan satu suku, karena Indonesia merupakan negara yang digambarkan dalam al Quran terdiri dari banyak bahasa suku yang telah melembaga dalam satu payung kenegaraan Indonesia agar kita dapat saling kenal mengenal bukan mengabaikan kebhinnekaan dan keragaman hanya demi mewujudkan keseragaman. (**)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here